Bimbingan Pra-Nikah angkatan III (27 Juli & 3 Agustus 2008)

Demi Sesuatu yang sangat PENTING
dalam hidup Anda,
mengapa tidak dipersiapkan
dengan baik mulai sekarang?
Hadirilah!!!
Bimbingan Pra-Nikah angkatan III

Bimbangan dua hari 10 modul, untuk:
lebih mengenal diri sendiri dan pasangan,
kiat membina keluarga bahagia,
bagaimana merencanakan keluarga dan ekonomi keluarga,
kesetaraan suami-istri,
mengetahui UU Perkawinan,
dan bagaimana tata cara perkawinan dalam agama Buddha.

Minggu
27 Juli dan 3 Agustus 2008
di Wisma Patra
Jl. Patra Tomang II No.16
Investasi Rp 150.000,- /pasang
transfer ke rek. Pusdiklat Agama Buddha Indonesia
a.n. Krishnanda Widjajamukti
BCA No.391186788
(termasuk makan siang, snack, dan sertifikat)
Pendaftaran:
Vera/Karti : 021 568 5957
Sekretariat Pusdiklat ABI : (021) 99 580 575
email: pusdiklat_abi@yahoo.com

Materi kursus

1. Konsep diri
2. Mengenal Pasangan
3. Hakikat Perkawinan
4. Membina Keluarga
5. Gender dan Kesetaraan
6. Undang-undang Perkawinan
7. Tata cara perkawinan dalam agama Buddha
8. Perencanaan Keluarga
9. Kesehatan Reproduksi
10. Ekonomi Keluarga

download formulir pendaftaran:

http://www.4shared.com/file/53545806/5d11a540/Formulir_Pendaftaran_Peserta_Pusdiklat_ABI.html?dirPwdVerified=53140b82

PROGRAM DHARMAJALA

Program Dharmajala adalah sebuah program untuk belajar, berlatih, dan berbagi Hidup Berkesadaran dalam kehidupan sehari-hari secara kontekstual, yaitu sesuai dengan realitas politik, sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan ekologi kehidupan kita saat ini guna memfasilitasi terjadinya Transformasi Diri, Transformasi Sosial, dan Pelestarian Lingkungan Hidup yang membawa pada penyembuhan dan pembebasan multi dimensi (diri, keluarga, komunitas, masyarakat, bangsa dan negara, dan bahkan dunia) dengan berlandaskan pada inti sari ajaran Buddha yaitu menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi saat ini di dalam maupun di luar diri kita.

                                      

Program Dharmajala menyediakan empat jenis latihan berkesinambungan bagi peserta yang mengikutinya, yaitu latihan pribadi harian, latihan kelompok kecil, latihan kelompok besar, dan latihan di masyarakat.  Program berkesinambungan ini secara spesifik ditujukan kepada individu-individu (dan kelak, organisasi dan komunitas) yang mau berubah dan mengubah.

 

Program Dharmajala yang bertujuan untuk memfasilitasi peserta melangkah dari pandangan keliru ke pandangan benar dibagi ke dalam empat jenjang yaitu Dharmamitra, Dharmadasa, Dharmawira, dan Dharmacari. Saat ini jenjang pertama, yaitu Dharmamitra, telah berjalan. Adapun programnya meliputi lima sub-program, yaitu:

 

1.       Komunitas Praktik Dharmajala (KPD)

2.       KPD Gathering (Latihan dalam kelompok besar yang melibatkan beberapa KPD, untuk mempererat tali persahabatan dan persaudaraan antar KPD).

3.       Retret

4.       Diklat

5.       Aksi Lapangan

 

Retret, Diklat, dan Aksi Lapangan selain untuk meningkatkan kualitas para anggota yang telah tergabung dalam KPD, juga merupakan pintu-pintu masuk bagi calon anggota untuk akhirnya dapat mengikuti kelima sub-program Dharmajala secara utuh.

 

Untuk melengkapi kelima sub-program tersebut ditambahkan program suplemen berupa: Seri kaset/VCD/DVD, buku, dan berbagai pertemuan serta sarana pendukung lainnya seperti milis dan website.

 

 

 

Program Edukasi via Media Audio-Visual

Program penyebaran nilai-nilai ajaran Buddha melalui media alternatif, yaitu DVD Edukasi Buddhis yang menyediakan sarana pembelajaran Dharma secara audio-visual. Lewat sarana audio-visual ini, diharapkan umat Buddha dapat memilik pengetahuan dan pandangan benar mengenai praktik dan cara hidup Buddhis. Program ini merupakan kerjasama bilateral antara Pusdiklat Agama Buddha Indonesia dengan Wisdom Sutra Distributor Singapore; sebuah Lembaga nirlaba dengan semangat non-sektarian yang berkedudukan di Singapura. Melalui media elektronik, khususnya audio-visual, lembaga ini bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menyebarluaskan Buddhadharma.Paket perdana untuk program ini berisi  berisi 4 DVD Edukasi Buddhis dalam 5 bahasa: Indonesia, Inggris, Mandarin, Hokkian, dan Kanton, dengan tema:

 

1. Tiga Perlindungan & Lima Sila

2. Praktik Dasar Umat Buddha

3. Meditasi Buddhis

4. Pelepasan Hewan Dengan Bijak

 

Kursus Dasar Agama Buddha (KDAB)

Kursus dua hari, 15 modul, untuk mengenal sosok Buddha, Bodhisattwa, dan Arahat; pembelajaran mengenai sejarah perkembangan ajaran Buddha dan lahirnya berbagai tradisi Buddhis, pokok-pokok ajaran Buddha, prinsip hidup umat Buddha, dan praktik Dharma sehari-hari. Kursus ini merupakan prasyarat untuk mengikuti kursus-kursus berikutnya.

Pusdiklat ABI hari ini

Semenjak dibentuk pertama kali berdasarkan Keputusan Rapat Tahunan Sangha Agung Indonesia pada tahun 2004 di Ampel Boyolali, Pusdiklat Agama Buddha hingga hari telah melayani umat Buddha selama kurang lebih 4 tahun. Sebagai sebuah insitutusi, Pusdiklat Agama Buddha juga mengalami dinamika seperti yang dialami oleh organisasi-organisasi lainnya. Tetapi, dibalik itu semua, Pusdiklat ABI tetap siap untuk melayani kebutuhan pendidikan dan pelatihan Buddhis untuk umat Buddha Indonesia, melalui program-program unggulan, baik di Dharmawidya dan Dharmajala.

Saat ini Pusdiklat Agama Buddha dipimpin oleh dr. Khrisnanda Wijaya Mukti sebagai Ketua dan Biku Dharmavimala Thera sebagai Pembina. Untuk program Dharmawidya, U.P Handaka Vijjananda ditunjuk untuk menjadi ketua program. Program Dharmajala dipimpin oleh U.P. Jimmy Lominto. Pusat kegiatan sekretariat sehari-hari, disediakan Biksu Aryamaitri dari Yayasan Triyanavardhana Indonesia adalah di lantai 3 Ekayana Buddhist Centre, Jl. Mangga II Jakarta Barat tempat dimana staf sekretariat, Upasaka Hendra Lim dan Upasika Juliani melaksanakan tugas mereka sehari-hari. Selain ruang sekretariat, Yayasan Triyanavardhana juga menyediakan dua sarana pendukung lainnyaa berupa sebuah wisma di Patra Tomang yang berjarak 10 menit jalan kaki dari Ekayana Buddhist Centre dan sebuah tempat retret yaitu Pondok Sadhana Amitayus di Cipayung Bogor. Kedua tempat itulah tempat dimana kegiatan pelatihan dan pendidikan yang diadakan oleh program Dharmawidya dan Dharmajala diadakan, khususnya untuk daerah Jakarta dan sekitarnya.

Semenjak program Dharmawidya diluncurkan, telah banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di bawah arahan langsung U.P. Handaka Vijjananda. Kursus Dasar Agama Buddha telah dilaksanakan dengan baik di beberapa daerah di Indonesia seperti di Medan, Padang, Bandung dan di Jakarta sendiri. Ada juga kegiatan retret Middle Way, Retret the Art of Mindful Living dan program-program lainnya. Sepanjang tahun jadwal kegiatan program Dharmawidya cukup padat. Selain Pak Handaka yang langsung menjadi nara sumber dan fasilitator, Pak Khrisnanda dari unsur pandita MBI, B.Dharmavimala Thera dan B. Nyanadasa juga kerap menjadi nara sumber.

Program Dharmajala sendiri membuka pintu masuk bagi umat Buddha yang ingin lebih serius mendalami dan memahami ajaran Buddha yang tak ternilai ini. Lewat program Retret Pemula Dharmajala yang hingga hari ini telah dilaksanakan hingga angkatan ke 18, sudah banyak umat Buddha yang bersentuhan langsung dengan program yang bertujuan untuk melakukan transformasi diri dan transformasi sosial serta pelestarian lingkungan hidup ini. Setelah selesai mengikuti retret, para peserta diundang untuk terus melanjutkan program Dharmajala dengan bergabung dan membentuk komunitas praktek yang disebut dengan Komunitas Praktek Dharmajala atau yang disingkat dengan KPD. Hingga saat ini, telah terbentuk beberapa KPD yang sebagian besar melaksanakan aktivitas latihan mingguan bersamanya di wisma Patra Tomang.

 

 

 

 

 

 

Sejarah Pusdiklat ABI

Sejarah Pusdiklat Agama Buddha Indonesia

Dalam melaksanakan tugas pelayanannya bagi kemanusiaan, Sangha Agung Indonesia (Sagin) melakukan tiga fungsi yang saling menunjang, yaitu :

1. Bina Anggota;

2. Bina Umat dan Dharmaduta Awam;

3. Bina Sarana.

Fungsi pertama, yaitu membina biksu/biksuni dan calon biksu/biksuni, sepenuhnya ada di tangan Sangha Agung Indonesia, sedangkan untuk fungsi kedua, Sangha Agung Indonesia dibantu oleh Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) beserta badan-badan otonomnya (Sekber PMVBI, WBI, Wulan Bahagia, Siddhi, serta Imabi), dan untuk fungsi ketiga selain dibantu oleh MBI, Sangha Agung Indonesia juga dibantu oleh yayasan-yayasan.

Agar para biksu/biksuni dapat lebih menyediakan waktu untuk melakukan fungsi pertama (seringkali oleh karena sibuk melakukan fungsi kedua dan ketiga, fungsi pertama ini porsinya berkurang), maka tentunya bantuan dari umat perumahtangga untuk fungsi kedua dan fungsi ketiga menjadi penting dan perlu ditingkatkan. Adapun fungsi ketiga akan meningkat jika fungsi kedua meningkat.

Dengan dasar pemikiran tersebut di atas, untuk memajukan fungsi kedua, selain mengangkat Dewan Pandita Buddhayana Indonesia, Sangha Agung Indonesia telah mendirikan Pusdiklat Agama Buddha Indonesia (Pusdiklat ABI) di Jakarta.

Pembentukan pusdiklat berskala nasional ini merupakan salah satu Keputusan Rapat Tahunan Sangha Agung Indonesia pada tahun 2004 di Ampel, Boyolali. Sebagai koordinator pembentukannya adalah Biksu Dharmavimala, yang bersama Upasaka Pandita Krishnanda Wijaya-Mukti (Wakil Ketua Dewan Pandita Buddhayana Indonesia) kemudian berusaha menghadirkan faktor-faktor pendukung yang diperlukan.

Biksu Aryamaitri dari Yayasan Triyanavardhana Indonesia memberikan dukungan sarana berupa sebuah wisma di Patra Tomang yang dapat digunakan dan dikelola oleh Pusdiklat ABI. Sarana milik Yayasan Triyanavardhana Indonesia lainnya, seperti tempat retret Pondok Sadhana Amitayus di Cipayung-Bogor juga disediakan untuk Pusdiklat ABI.

Atas prakarsa Bapak Buntario Tigris telah diadakan penggalangan dana untuk ‘modal awal’ Pusdiklat ABI, dengan mengadakan Pameran Lukisan di Ekayana Buddhist Centre pada bulan Mei 2004.

Di samping kesediaan para pengajar, dari unsur Sangha Agung Indonesia maupun para Dharmaduta Awam, untuk berbagi Dharma, akhirnya harus dikatakan bahwa kehadiran tenaga-tenaga potensial yang bersedia terjun penuh, yaitu Upasaka Pandita Jimmy Lominto, Upasaka Pandita Handaka Vijjananda, Upasika Juliani, serta terakhir bergabung Upasika Hendra Lim telah membawa Pusdiklat ABI untuk melangkah bagi perbaikan masa depan Indonesia ke arah yang cerah.